Contoh Paper (Zat Pewarna Pada Makanan Dan Minuman Analisis QS. Faathir 27-28)


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................      i
DAFTAR ISI...................................................................................................     iii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................     1
A.    Latar Belakang Masalah...................................................................................     1
B.     Rumusan Masalah.............................................................................................    2
C.     Tujuan Penulisan...............................................................................................    2
D.    Metode Penulisan...............................................................................................   3
BAB II Zat Pewarna Pada Makanan Dan Minuman (Analisis QS. Faathir 27-28)
A.    Pengertian Zat Pewarna.....................................................................................    4
B.     Sumber dan Jenis Pewarna pada Makanan dan Minuman................................    5
C.     Dampak Pewarna Bagi Kesehatan....................................................................    8
D.    Analisis Q.S AT-Taubah 122.............................................................................   10
1.      Teks Ayat dan Terjemah..................................................................   10
2.      Tafsir Mufrodat................................................................................  11
3.      Munasabatul Ayat............................................................................  12
4.      Tafsir Ayat.......................................................................................  13
5.      Fiqhul Ayat......................................................................................  15

BAB III PENUTUP..........................................................................................  16
A.    Simpulan............................................................................................................  16
B.     Saran..................................................................................................................  17
DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT HIDUP



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah

Diantara semua makhluk hidup, manusia dikodratkan untuk selalu mencari hal yang lebih baik dan lebih benar dalam hal apapun, salah satunya dalam hal pewarnaan pada makanan dan minuman. Dari tahun ke tahun manusia telah banyak mengembangkan pewarnaan pada makanan dengan berbagai tujuan dan alasan.
Coba bayangkan jika makanan dan minuman yang kita konsumsi hanya berwarna hitam dan putih, dalam sebuah meja makan tersedia apel,jeruk,coklat panas,mie goring dan berbagai macam makanan lainnya yang kita suka, tentunya ketika kita melihat makanan itu semua, khususnya makanan yang kita suka, kita merasa tertarik dan ingin memakannya bukan? Apel merah yang segar, coklat panas yang menggiurkan dan lainnya membuat kita tergiur untuk memakannya. Lalu bagaimana jika semua makanan dan minuman tersebut tidak berwarna? Bagaimana jika hanya berwarna hitam dan putih? Tentunya kita merasa kurang atau bahkan tidak tertarik dengan itu semua. Karena visual factor warna pada makanan menentukan banyak hal.
            Pencipta ini adalah Allah Swt yang menciptakan segala sesuatu dengan penuh keselarasan Allah yang telah menciptakan warna di bumi dengan kehendak-Nya. Allah menyatakan fakta ini dalam QS. AL-Mulk 3-4
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ (3) ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ (4)

Artinya :
3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang?
4. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.

Banyak anak-anak tertarik dengan makanan dan minuman dikarenakan warna dan penampilannya yang lucu dan mencolok, bahkan orang dewasa pun tak jarang seperti itu, kita sering kali tidak memikirkan apa makanan yang kita konsumsi itu baik atau tidak bahkan hingga banyak kasus keracunan khususnya pada anak-anak. Pada zaman sekarang telah banyak beredar luas pewarna makanan yang membahayakan dan telah dilarang pemerintah namun masih dipasarkan, oleh karena itu penulis tertarik mengambil judul “ZAT PEWARNA PADA MAKANAN DAN MINUMAN (ANALISIS Q.S FAATHIR AYAT 27-28)”
B.     Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan diuraikan penulis berdasarkan latar belakang masalah diatas ialah sebagai berikut.
1.      Apa pengertian zat pewarna?
2.      Apa saja sumber dan jenis pewarna pada makanan dan minuman?
3.      Bagaimana dampak pewarna bagi kesehatan?
4.      Bagaimana analisis Q.S Faathir ayat 27-28?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan yang ingin dicapai penulis dalam penyususnan karya tulis ini sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui pengertian zat pewarna.
2.      Untuk mengetahui apa saja sumber dan jenis pewarna pada makanan dan minuman.
3.      Untuk mengetahui apa dampak pewarna bagi kesehatan.
4.      Untuk mengetahui analisis Q.S Faathir 27-28.

D.    Metode Penulisan
Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis menggunakan metode kepustakaan melalui berbagai langkah diantaranya sebagai berikut.
            Langkah pertama        : Mengumpulkan bahan yang berkaitan.
            Langkah kedua           : Mengklasifikasikan bahan-bahan.
Langkah ketiga           : Analisis dan pembahasan, kemudian mengambil kesimpulan dan memberi saran


BAB II
ZAT PEWARNA PADA MAKANAN DAN MINUMAN ANALISIS Q.S FAATHIR AYAT 27-28
A.    Pengertian Zat Pewarna
Sebelum kita membahas lebih dalam tentang zat pewarna, mari kita mengenal terlebih dahulu sebenarnya apa itu warna. Secara umum warna diartikan sebagai kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenainya. Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi pengamatnya, lalu apa itu zat pewarna?
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 722/MENKES/PER/IX/88 tentang bahan tambahan makanan “Zat Pewarna adalah bahan tambahan makanan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan (Lembaga Negara 1992) Penggunaan Pewarna bertujuan untuk memperkuat warna asli dan memberikan tampilan makanan lebih menarik”.
Kecenderungan menambahi makanan dengan zat pewarna demikian gencarnya dilakukan sampai menjelang abad 20. Mayoritas produk makanan dan minuman olahan yang beredar sekarang ini menggunakan pewarna, umumnya dengan pewarna sintetis, mulai dari makanan terkecil seperti snack, roti, es krim, permen, minuman instant dan lainnya. Yang perlu mendapat perhatian adalah makanan dan minuman (jajanan) karena pewarna pada makanan berbahaya bagi semua kalangan, dari mulai anak-anak sampai orang dewasa, yang paling berbahaya ialah pewarna tekstil namun digunakan sebagai pewarna bahan makanan. Penggunaan pewarna seperti itu tentu sangat berbahaya, dan ada pula pewarna makanan yang telah dilarang namun masih beredar seperti Rhodamin B, Yellow Claw dsb.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan telah menginventarisasi jenis-jenis zat pewarna yang diizinkan untuk makanan dengan menandainya dengan penomoran, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan zat pewarna masih terus berkembang. Di Indonesia peraturan perundang-undangan tentang Bahan Tambahan ini belum ada, sehingga tak terkontrol dengan baik.

B.     Sumber dan Jenis Pewarna pada Makanan dan Minuman
Zat pewarna pada makanan dan minuman secara umum digolongkan menjadi dua kategori yaitu zat pewarna alami dan zat pewarna sintetis, zat pewarna alami merupakan zat pewarna yang berasal dari tanaman atau buah-buahan sedangkan zat pewarna sintetis merupakan zat pewarna buatan manusia yang berasal dari proses kimiawi, mari kita bahas lebih dalam mengenai pewarna alami dan pewarna sintetis.

1.      Pewarna alami
Pewarna alami adalah bahan pewarna yang berasal dari alam. Biasanya pewarna alami ini berasal dari tanaman dan hewan. Pewarna alami merupakan ekstrak dari pigmen makanan, rempah-rempah, dan hewan. Kekuatan warnanya lebih rendah dan tidak stabil dibandingkan pewarna sintetis.

Tabel Beerapa Zat Pewarna Alami

No
Nama Zat Pewarna
Warna yang Dihasilkan
Sumber Zat Pewarna
1.
Cochineal
Merah
Kayu secang
2.
Klorofil
Hijau
Daun pandan
3.
Kurkumin
Kuning
Kunyit
4.
Kapxantin
Merah
Cabai merah
5.
Betakaroten
Kuning
Wortel
6.
Caramel
Coklat
Reaksi karamelisasi
7.
Antosianin
Abu abu dan merah
Bit

      Beberapa zat pewarna alami lainnya, seperti sari jeruk yang menghasilkan warna kuning, paprika, dan ekstrak kulit anggur dll.
2.      Pewarna buatan
Pewarna buatan mempunyai kelebihan yaitu warnanya homogeny dan penggunaanya sangat efesien karena hanya memerlukan jumlah yang sangat sedikit. Akan tetapi kekurangannya adalah jika pada saat terkontaminasi logam berat, pewarna ini akan berbahaya, proses pewarnaan zat sintetik biasanya melalui perlakuan pemberian asam sulfat atau asam nitrat yang seringkali terkontaminasi oleh arsen atau logam berat lain yang bersifat racun. Pewarna terlarang yang masih sering dipakai adalah Rhodamin B, Orange RN, Auramine dan Menthanyl Yellow. Timbulnya penyalahgunaan tersebut disebabkan karena tidak adanya penjelasan dalam label yang melarang penggunaan senyawa tersebut untuk bahan pangan. Disamping itu, harga zat pewarna untu industry relatif lebih murah dibandingkan dengan harga zat pewarna untuk makanan dan biasanya warnanya lebih menarik.

Tabel Pewarna Sintesis Yang di Izinkan

No
Nama Zat Pewarna
Warna yang Dihasilkan
1.
Carmoisine, amaranth, erythrism
Merah
2.
Sunset yellow FCF
Oranye
3.
Tartazine, Quineline yellow
Kuning
4.
Fast green FCF
Hijau
5.
Brilliant blue, Indigo carmine
Biru 
6.
Violet GB
Ungu

Hampir semua pewarna sintetis ini larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organic (alkohol atau lemak)

Jenis dan ciri-ciri Bahan Pewarna menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (Dinas Kesehatan Kota Bandung)
1.      Pewarna Alami
a.       Warna yang dihasilkan kurang bagus karena terlihat pucat
b.      Membutuhkan bahan pewarna lebih banyak
c.       Keseragaman warna kurang baik
d.      Kurang menyatu dengan bahan makanan
2.      Pewarna Buatan
a.       Warna yang dihasilkan cerah
b.      Ada sedikit rasa pahit
c.       Beberapa pewarna menimbulkan rasa gatal di tenggorokan setelah mengkonsumsinya
d.      Baunya tidak alami
e.       Dapat menempel pada kulit

Adapun kelebihan dan kekurangan bahan pewarna pada makanan, bisa diihat pada tabel berikut:
Tabel Kekurangan dan Kelebihan Pewarna Alami dan Sintesis


Pewarna alami
Pewarna sintetis
Kelebihan
Aman dikonsumsi
Warna yang dihasilkan cerah
Mempunyai nilai gizi sehingga menambah nilai gizi produk yang menggunakan pewarna alami
Memiliki warna yang beraneka ragam
Hanya membutuhkan sedikit bahan
Cepat meresap & menyatu dengan makanan
Keseragaman warna lebih baik
Kekurangan
Ketersediaan bahan terbatas
Mengkonsumsi bahan pewarna pada makanan dalam jumlah yang banyak dapat mengganggu kesehatan
Warnanya kurang menyatu dengan makanan
Jika terkontaminasi logam berat dapat membahayakan kesehatan
Membutuhkan waktu dalam pengolahannya

Keanekaragaman warnanya terbatas
Untuk mendapatkan hasil yang bagus terkadang membutuhkan jumlah bahan yang lebih banyak

C.    Dampak pewarna bagi kesehatan
Warna-warna alami dalam makanan sebenarnya mengandung kekuatan untuk memberikan penyembuhan pada tubuh kita, warna merah adalah untuk nutrisi pada darah, kuning nutrisi pada hati, warna putih nutrisi untuk tulang, otak dan gigi, warna hijau nutrisi untuk lambung, jantung dll
Sebelum kita membahas apa saja dampak pewarna makanan, mari kita lihat dulu sebenarnya apa saja fungsi pewarna makanan itu. Berikut ini beberapa alas an utama menambahkan zat pewarna pada makanan :
1.      Untuk memberi kesan menarik bagi konsumen
2.      Menyeragamkan warna makanan dan membuat identitas produk pangan
3.      Untuk menstabilkan warna atau untuk memperbaiki variasi alami warna, dalam hal ini penambahan warna bertujuan untuk menutupi kualitas yang rendah dari suatu produk sebenarnya tidak dapat diterima apalagi bila menggunakan zat pewarna yang berbahaya.
4.      Untuk menutupi perubahan warna akibat paparan cahaya, udara atau temperature yang ekstrim akibat proses pengolahan dan selama penyimpanan.
5.      Untuk menjaga rasa dan vitamin yang mungkin takut terpengaruh oleh cuaca dan masa penyimpanan
Pewarna alami sebenarnya memberikan dampak yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan manusia seperti warna merah untuk nutrisi darah, warna putih untuk nutrisi tulang dan lainnya, adapun pewarna sintetis jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik.
Dampak pewarna sintetis (buatan) terhadap kesehatan manusia, pewarna sintetis masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dengan jalan terhisap, melalui adsorbs kulit/bersentuhan dan melalui saluran pencernaan (mulut), berikut penjelasannya :
a.       Dengan jalan kontak melalui kulit dalam jumlah banyak akan menimbulkan iritasi contohnya seperti ketika kita tidak sengaja terkena tumpahan pewarna, atau ketika kita menggunakan kosmetik yang menggunakan pewarna. Pewarna masuk ke dalam lapisan tanduk dan akan merusak lapisan tanduk dan kemudian akan masuk ke dalam tubuh melalui folikel rambut atau sel-sel kelenjar keringat
b.      Dengan terhirup oleh saluran pernapasan akan menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan contohnya seperti apabila ada uap pewarna (di pabrik tekstil) atau pun serbuk pewarna terhirup oleh kita dan tidak tersaring oleh rambut pada hidung maka serbuk pewarna ini akan berkumpul di paru paru
c.       Dengan jalantermakan atau terminum dapat merusak sel-sel jaringan organ tubuh seperti rusaknya hati, ginjal, lambung, usus dll. Adapun zat pewarna sintetis yang paling berbahaya ialah zat pewarna yang dilarang oleh pemerintah namun masih beredar di pasaran seperti Rhodamin B, Orange RN, Menthanyl Yellow dll dan juga zat pewarna untuk tekstil namun digunakan untuk mewarnai makanan, hal ini tentulah sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kanker dan keracunan.
Adapun cara penanggulangannya ialah sebagai berikut :
·         Apabila terkena kulit, segera lepaskan perhiasan yang terkontaminasi, kemudian cuci kulit dengan sabun dan air mengalir sampai bersih, selama kurang lebih 15 sampai 20 menit.
·         Apabila tertelan dan terjadi muntah, letakkan posisi kepala lebih rendah dari pinggul untuk mencegah terjadinya muntahan masuk ke saluran pernapasan.

D.    Analisis QS. Faathir 27-28

1.      Teks Ayat dan Terjemah
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ (27) وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالأنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ 28

“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenis-nya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat (27) Dan demikian (pula) diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya) Diantara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama, Sungguh Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun (28).”

2.      Tafsir Mufrodat
Ayat 27

. الَمْ تَرَا اي تَعْلَمْ فٰهٰذِهِ رُؤْ يَةُ الْقُلْبِ وَ الْعِلْمِ .١
Yakni kamu tahu, dan ini adalah berdasarkan pengetahuan hati & ilmu.

مُخْتَلِفًا اَلْوَا نُهاَ اي أَحنَا سُهَا أَوْ أَ صْنَا فِيْهَا أَصْفَرُأَحْمَر أَخْضَرُ أَبْيَضُ أَسْوَدُ .٢
Yakni : jenis golongan, keadaannya dari warna yang kuning, merah, hijau, putih, hitam dsb

    جُدَدٌاي الخِطَةُ اَوْ الطَرِ يْقَةُ الْمُخْتَلِفَةُ الْاَ لْوَانُ فِى الْجِبَا لِ وَ نْحِوهِ  .٣
Yakni : Garis atau jalan yang bermacam-macam warnanya di gunung dan yang lainnya

٤غَرَا بِيْبُ سَوْ دٌاي صُحُوْرٌ شَدِيْدَةُ السُوَاد
Yakni : Batu-batu yang sangat hitam.

Ayat 28

مُخْتَلِفًا اَلْوَانُهَا اي كَاِ خْتِلَافِ الثِمَا رِ وَالجِبَال .١
 Yakni : Seperti berbeda-bedanya buah-buahan & gunung-gunung

٢اِنَّمَا يَخْشَ اللّهُ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءِ اي مَعْرِفَةُ المُنْشِ وَ الْعِلْمِ بِصِفَا تِهِ وَ أَفْعَا لِهِ
Yakni : Orang yang mengetahui kepada yang mesti dia takuti dengan sifat-sifatnya dan perbuatannya.

 ٣غَفُوْرٌ اي لِذُنُوْبِ عِبَادِهِ التَّا ئِبِيْنَ المُؤْمِنِيْنَ
Yakni : Mengampuni hamba-hambanya yang tobat dari golongan orang-orang beriman

٤اِنَّ للَّهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ اي تَعْلِيْلُ لِوُجُوْبِ الْخَشْيَةِ
Yakni : Supaya mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap yang mereka takuti

3.      Munasabatul Ayat

Pada ayat ayat yang lalu Allah menerangkan bahwa setelah mereka mengingkari kedatangan rasul dan mendustakan agama yang dibawanya, Dia mengazab orang-orang kafir itu dengan azab yang pedih. Pada ayat ini, Allah menerangkan tanda-tanda kemahaesaan dan kemahakuasaan-Nya yang dapat disaksikan oleh seluruh manusia, seperti air yang turun dari langit yang menumbuhkan tanaman dan tumbuhan dan juga memberi kehidupan untuk semua binatang yang berbagai macam warna dan juga manfaat-Nya. Semua itu dimaksudkan agar kita semua sadar atas kekuasaan Allah dan kembali keapda kebenaran lalu meninggalkan kesesatan.

4.      Tafsir Ayat

Ayat 27
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ (27)
“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenis-nya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat (27)”

Pada ayat ini, Allah menguraikan beberapa hal yang menunjukkan kesempurnaan dan keukuasaan-Nya, yang dapat dilihat manusia setiap waktu, jika mereka menyadari dan menginsyafi semuanya itu, tentu mereka itu akan menyadari pula keesaan dan kekuasaan Allah yang Maha Sempurna. Di antara tanda-tanda itu adalah Allah yang menjadikan sesuatu beraneka ragam macamnya. Allah menurunkan hujan darilangit, sehingga tanaman bias tumbuh dan mengeluarkan buah-buahan yang beraneka ragam warna, rasa, bentuk, dan aromanya, sebagaimana yang kita saksikan. Buah-buahan itu warnanya ada yang kuning, merah, hijau dan sebagainnya.
      Allah juga menciptakan gunung-gunung yang kelihatan seperti garis-garis ada yang kelihatan putih, merah, dan hitam pekat, Diantara gunung gunung itu terbentang pula jalan jalan yang beraneka ragam pula warnanya.
      Menurut para saintis, garis-garis berwarna pada batuan paling umum dijumpai pada jenis batuan sedimen, setiap lapisan pada batuan sedimen dapat memiliki warna yang berbeda karena tersusun dari material yang berbeda. Perbedaan warna ini dicirikan oleh perbedaan susunan minerologisnya, Misal : mineral-mineral yang mengandung senyawa besi oksida (hematit) berwarna merah, mineral-mineral logam hidroksida (goethite, brucite, diaspora, boehmite) dapat memberikan berbagai warna (kuning, hijau, abu-abu, hitam, merah muda) yang berwarna bening antara lain silica (kuarsa)

Ayat 28
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالأنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (28

“Dan demikian (pula) diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya) Diantara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama, Sungguh Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun(28).”      
Pada ayat ini, Allah menambah penjelasan lagi tentang hal-hal yang menunjukan kesempurnaan dan kekuasaan-Nya. Allah menciptakan binatang melata dan binatang ternak yang bermacam-macam warnanya meskipun berasal dari jenis yang satu, bahkan ada binatang yang satu, tetapi memiliki warna yang bermacam-macam. Maha suci Allah pencipta alam semesta dengan sebaik-baiknya.
Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya tetapi hanya Ulama yang benar-benar menyadari dan mengetahui tanda-tandaNya sehingga mereka benar benar tunduk kepada kekuasaan-Nya dan takut kepada siksa-Nya.
Ayat ini ditutup dengan suatu penegasan bahwa Allah Maha Perkasa menindak orang-orang yang kafir kepada-Nya. Dia tidak mengazab orang-orang beriman dan taat kepada-Nya, tetapi Maha Pengampun kepada mereka.

5.      Fiqhul Ayat

·         Tanda-tanda kekuasaan Allah, diturunkannya Hujan yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan buah-buahan yang beraneka ragam macamnya dan warnanya dan diciptakan-Nya gunung dengan jalan-jalan yang beraneka ragam.
·         Demikian juga manusia, binatang-binatang melata, binatang-binatang ternak diciptakan Allah bermacam-macam jenis dan warnanya.
·         Allah Maha Perkasa menindak orang-orang kafir, Maha Pengampun kepada hamba-Nya yang beriman dan taat.
·         Hanya ulama yang benar-benar takut dan taat kepada Allah maksud dari kata “ulama” disini ialah berarti orang-orang yang mempunyai ilmu yang mendalam dalam ilmu agama maupun umum.dan kemuliaan seseorang terukur oleh ketaqwaannya dan derajat Taqwa seseorang terukur dari ilmunya.
           

  
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dari bab sebelumnya maka penulis dapat menyimpulkan :
Zat pewarna adalah bahan tambahan makanan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan (Lembaga Negara, 1992).
            Sumber zat pewarna pada makanan secara umum digolongkan menjadi dua kategori yaitu zat pewarna alami dan zat pewarna sintetis, zat pewarna alami merupakan zat pewarna yang berasal dari tanaman dan buah-buahan seperti klorofil  (hijau) dari daun pandan, kurkumin (kuning) dari kunyit, karamel (coklat) dari reaksi karamelisasi, chocienal (merah) dari kayu secang, betakaroten (kuning) dari wortel dan masih banyak lagi. Sedangkan zat pewarna sintetis merupakan zat pewarna buatan manusia yang berasal dari proses kimiawi seperti amaranth, carmoisisne, sunset yellow, violet GB, Fast green FCF dan masih banyak lagi.
            Dampak zat pewarna alami bagi kesehatan sebenarnya memberikan dampak yang baik dan bermanfaat, seperti warna merah untuk nutrisi darah, warna putih untuk nutrisi tulang, warna hijau untuk nutrisi lambung dll, sedangkan zat pewarna sintetis memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan, seperti dapat menimbulkan iritasi, merusak sel-sel jaringan organ tubuh, hingga keracunan. Itu semua dapat terjadi bila kita mengkonsumsinya secara berlebihan dan tidak hati-hati dalam memilih makanan yang mengandung zat pewarna.
            Analisis Q.S Faathir 27-28 ialah: Tanda-tanda kekuasaan Allah, Allah menciptakan semua makhluk hidup bermacam macam jenis dan warnanya, Allah Maha Perkasa menindak orang-orang kafir, hanya ulama yang benar-benar takut dan taat kepada Allah.

B. Saran
Saran dari penulis untuk para pembaca adalah :
·         Pemerintah hendaknya meningkatkan pengawasan kepada produsen makanan dan minuman, dan memberikan penyuluhan tentang bahan makanan
·         Produsen makanan sebaiknya menggunakan pewarna yang alami untuk mewarnai bahan makanan yang akan diperjual belikan selain mudah dijangkau harganya pun relatif murah, dampak yang ditimbulkannya pun tidak terlalu berbahaya.
·         Masyarakat (konsumen) sebaiknya berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih makanan yang menggunakan bahan pewarna jangan mudah tertarik.





Comments